SHERLOCK – The Six Thatchers, a broken vow

sherlock-season-4-promo-pict

Postingan pertama di 2017 sekaligus pake blog address yang baru, semoga blog ini semakin produktif dan semakin berkualitas isinya.

Well, di awal tahun ini para penggemar tv series SHERLOCK sedang bersuka cita or berduka cita sehabis nonton episode terbaru? karena AKHIRNYA season 4 RILIS JUGAAAAA! Setelah disuguhi episode spesial SHERLOCK – The Abominable Bride di awal tahun 2016 kemarin, bukannya meredakan kehausan akan musim terbaru, dahaga semakin menjadi. We are craving for moooore Sherlock, Moftiss!

Yah, saya adalah salah satu dari sekian juta penggemar serial adaptasi dari tokoh rekaan Sir Arthur Conan Doyle yang kelewat hype ini. 2 tahun sudah saya menunggu kelanjutan kisah Sherlock Holmes dan sahabatnya, John Watson besutan BBC One. Jadi, mumpung masih hangat dan sekitar 6 jam yang lalu saya re-watching episode terbaru ini untuk catch-up scene awal (setelah rela-rela bangun nyubuh jam 4 untuk live-streaming walaupun telat hampir sejam kelewat), let’s find out my review!

But, STOP HERE if you haven’t watched the episode. This post will contain a very HEAVY SPOILERS. If you have watched it or don’t mind being fed up with spoilers, so please go on.

BETRAYAL AND LOST. Pengkhianatan dan kehilangan. 2 hal yang menjadi main-theme episode kali ini: The Six Thatchers.

Pengkhianatan (yang dianggap) dilakukan oleh Mary kepada mantan partner setimnya sewaktu masih menjadi agen, pengkhianatan John terhadap janji setia pernikahannya dan pengkhianatan Sherlock akan His Last Vow—sumpah—melindungi Mary.

Sherlock kehilangan temannya (lagi), John kehilangan istrinya dan kepercayaannya terhadap Sherlock.

I’ve warned youuuu…

Walaupun temanya agak berat, tapi episode ini dibuka dengan scene yang cukup bikin senyam-senyum sendiri gegara melihat kelakuan The Holmes Brothers. Come on guys, kalian itu pria dewasa loh…

sherlock-holmes-fighting

sherlock-im-glad-to-be-alive

Judul The Six Thatchers diadaptasi dari judul novel aslinya, yaitu The Six Napoleon. Sama-sama menyelesaikan kasus tentang 6 buah patung dan sesuatu yang tersembunyi di sana yang akan mengarahkan kita ke kasus yang lebih besar.

Di episode ini juga terlihat Sherlock yang baru pertama kali menemani seseorang yang akan melahirkan. His face was utterly in shocked! Plot dipercepat saat pembaptisan Rosamund Mary Watson (nama anak perempuan John dan Mary) dan Sherlock yang kesusahan menjaganya.

Di sini juga terlihat kemampuan boxing Sherlock yang jarang diekspos di episode lalu-lalu. Genre yang awalnya komedi perlahan berubah menjadi action dan akhirnya bakalan nge-feels abissss *ngumpulin recehan hati*.

More humanized-Sherlock sangat kerasa di sini. Dia memang seseorang yang arogan, cuek dan over-confident. Tapi dia bukanlah orang yang dengan mudah mengingkari sumpahnya sendiri. Dia sangat berusaha keras untuk menjaga sumpahnya itu walaupun itu berarti dia mempertaruhkan nyawanya.

sherlock-she-is-my-friend

Karakter Mary Watson membagi 2 kubu penggemar: pro dan cons. I’m on the neutral side. Saya tidak terlalu suka Mary tapi tidak membenci juga. Tapi saya sangat menyukai Mary jika sebagai sosok sahabat untuk Sherlock. Scene di Maroko membuktikan itu.

How about John? Sempet saya ngerasa kecewa dengan John saat dia mencoba cheating. How dare you, John! Kan jadi keinget kehidupan Martin Freeman dan Amanda Abbington di real life yang memang akhirnya mereka berdua resmi berpisah.

sherlock-a-deep-lost

The face of Sherlock when he has LOST HIS FRIEND (again)
VS
The face of John when he has LOST HIS TRUST (again)

A deep lost. I did observed many details of their micro expressions as much as I could. Sherlock and John could hold their tears but it was absolutely a deep lost reflected on their eyes. Unspoken sorrow for each lost; the friend and the trust. Ok, this is just my theory.

Oh come on, Mofftis, how dare you let us live in agony like this waiting for next week?

Over all episode ini belum menggantikan The Empty Hearse sebagai my most favourite episode. Tapi episode ini (menurut saya) bisa menjadi jumping stone menjanjikan kisah Sherlock yang lebih seru dan gelap.

“Sayat-sayat hati ade aja Bang, sekalian…

Advertisements

What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s